Minggu, 28 September 2014

Perlahan.. Lihat, dengar, rasakan, dan.. Terima kami..

Kami dititipkan tuhan untuk mereka
Orang tua terpilih
Terhebat, terkasih, terindah
Untuk waktu yang tak terpastikan
Sampai senja terlukis dilangit pagi
Atau sampai daun gugur melayang tak menyentuh tanah

Tuhan tahu, apa yang mungkin luput dari iris pelangi
Tuhan yakin, menitipkan kami pada yang tepat
Kasih sayang yang tak berbatas
Penjagaan yang tulus
Rengkuh yang menenangkan
Juga senyum kedamaian

Kata-Nya, yang terbaik hanya untuk yang terbaik
Anak Spesial untuk orangtua Spesial
Benarkah?

Ayah, Aku belum mengerti apapun
Malukah ayah mengantarku ke sekolah ?
Terkadang harus menunggu diluar
Menenangkan jika aku mulai tak menentu
Membawaku serta jika Aku tak memungkinkan lagi berada disana
Meraup habis tenaga yang menyisakan letih jiwa

Bunda..
Aku ingin bercerita banyak hal
Aku ingin tertawa, lepas..
Alih membentuk seulas senyum, getir
Bagaimana mungkin semua orang begitu mudah melakukannya
Sedang Aku tak mengerti bagaimana caranya
Lihat mataku bunda, biar dia yang bercerita
Lihat Aku, sedalam yang kau bisa

Papa..
Benarkah melodi itu ada ?
Bukankah dunia begitu hening, beku
Tenang, tapi menyesakkan
Benarkah suara itu nyata ?
Apa aku juga bisa menciptakannya?
Andai diizinkan, sekali saja
Kumohon, Tuhan..
Aku ingin mendengar, papa berkata
" Aku sayang kamu, nak. Kau begitu istimewa "

Ma..
Dengar aku.. Tolonglah
Aku tak ingin berada disini terlalu lama
Aku seolah diawasi
Kenapa mereka melihatku seperti itu, sedang kau tidak
Kau sepertinya mengenakanku baju yang layak
Dandanan yang rapi, juga terurus
Tapi kenapa? Aku takut ma
Ayo kita pergi dari sini..
Tolong mengerti..
Aku tidak merengek tanpa sebab
Atau mennagis tanpa alasan
Hanya tak nyaman dengan keadaan
Bisakah kita berdua saja?
Hanya kau, dan aku
Ya, hanya kita

Umi..
Benarkah langit itu biru ? Biru itu seperti apa?
Benarkah dunia begitu bewarna?
Aku baru menyadari duniaku berbeda
Hampa, namun begitu riuh
Aku bisa merasakan segalanya
Mendengar kau tertawa, berbicara dan aku juga bisa melakukannya
Aku kira ini sudah sempurna
Membayangkan rupamu dan dunia dalam benak saja
Aku pikir begitulah seharusnya
Atau begitulah seharusnya aku menjalani semua
Ikhlas, asal kita tetap berada disisi yang sama

Lihat, dengar, pahami dan rasakan..
Tentang maksud yang terkadang tak tersampaikan
Tentang banyak pertanyaan yang jawabannya tak memuaskan
Tentang hati yang selalu berontak tak berdaya
Tentang tak ingin dikasihani tapi disayangi, dicintai..
Tentang penerimaan dalam harapan
Tentang dunia yang sama sekali berbeda
Tentang harus menerimanya sebagai takdir Tuhan
Jalan hidup yang sudah dipilihkan, digariskan..

Aku dan kamu, kami dan kita..
Terimalah, perlahan..

````
Bukan hanya untuk orangtua mereka yang berharga
Orangtua yang sangat luar biasa
Tapi untuk kita semua
Untuk menyadari, dan mulai memahami mereka
Mungkin bukan ini yang ingin mereka sampaikan
Mungkin ini hanya yang terbaca olehku
Mungkin bahkan kau lebih tau
Jika tidak juga..
Cobalah untuk melihat, mendengar, dan merasakan
Mulai dari menghapus raut sinis dan pandangan aneh
Lebih dekat dengan hati, lebih akrab dengan ketulusan
Dan kau akan mulai menyadari, mereka memang benar-benar istimewa
Benar-benar kado spesial yang dikirimkan tuhan untuk mengisi dunia

Setidaknya itulah yang aku rasakan
Menghabiskan waktu tidak lebih dari setengah hari bersama mereka, dan rasanya..
Luar biasa..
Mereka dan juga orang tuanya..
Love,

Cha